Notulensi Hearing 2 Calon Senator

March 21, 2009 at 8:25 am (Uncategorized)

HMIFers semua,,

though it is late, enjoy notulensi hearing ke-2 calon senator yaa… :)

HEARING II CALON SENATOR HMIF

18 MARET 2009

R. 7601

1. Ivan Nugraha (135 06 073) : Kalau kongres kuat dan representatif, kenapa kalau penyusunan inkm, tetap mengundang koord. PSDA dr himpunan2? Hmif harus bersistem seperti apa agar senator bisa menjadi representatif?

Adi Purwanto (135 06 010) : menginginkan seperti itu : senator bisa menjadi representatif. Senator harus tahu internal yang ada di hmif itu sendiri seperti apa, dan selain aktif di kongres juga tetap aktif di hmif.

2. Joseph Rich (135 07 060) : apa pendapat tentang “masa depan KM itb, masa depan hmif”?

Adi Purwanto (135 06 010) : setuju, karena jika ada perubahan yang ekstrem di pusat, tentu saja himpunan juga terpengaruh dan berkaitan.

3. Ginar (135 05 079) : pendapat tentang pemilu KM ITB?

Adi Purwanto (135 06 010) : masih bingung, pencalonan yang berkali2 dan tetap tidak terpenuhi kondisi pemilihan umum.

Apri Kamayudi (135 05 009) : pemilu km itb juga sudah membuat 3 kali pencalonan. Pemilu tidak bisa berlanjut ke tahap kampanye karena tidak aada yang memenuhi verifikasi, sehingga diulang kembali ke tahap pendaftaran.

4. Lovinta (135 05 032) : Kenapa arah dan co. penyusunan proker, dari KM ITB dan hmif sendiri itu belum berkesinambungan?

Adi Purwanto (135 06 010) : adanya kesulitan karena adanya perbedaan masa kepemimpinan dari tiap-tiap himpunan, sehingga sulit untuk menyusun proker secara berkesinambungan. Untuk hmif sendiri, ketika penyusunan proker, membuat timeline dan menyesuaikan proker yang ada di kabinet.

5. Wahyu Adhi (135 05 024) : bagaimana pandangannya mengenai seringnya bentrok antara acara yang dibuat oleh KM ITB dengan acara yang dibuat himpunan?

Idem jawaban di atas

Wahyu Adhi (135 05 024) : saran: speed bicaranya tolong diperlambat

Aqsath (135 06 006) : sefeasible apakah untuk menyusun proker yang tidak bentrok dengan hmif, tolong dipertimbangkan untuk selanjutnya.

6. Monterico (135 05 036) : sebaiknya senator dapat menjelaskan hal-hal yang mengenai pemerintahan kemahasiswaan terpusat dan dinamikanya pada anggota himpunan secara langsung.

Adi Purwanto (135 06 010) : akan saya ingat

Monterico (135 05 036) : tolong jadikan sebagai aspirasi

7. Mira (135 05 110) : Apakah cara penarikan aspirasi secara berkala efektif? Belum tentu anggota himpunan mengerti apa-apa. Jika ada masalah mendadak di konges, dan tidak sempat menarik aspirasi, apa yang akan dilakukan? Jika penarikan aspirasi yang berkala tersebut tidak efektif, maka aspirasi siapa yang dipakai?

Adi Purwanto (135 06 010) : penarikan aspirasi secara berkala ingin dilakukan, agar himpunan sendiri tahu progress apa yang ada dan mendapatkan feedback kembali, selan itu, dapat memberi tahu aspirasi sebelumnya yang didapat seperti apa. Jika tidak ada masukan atau terlalu pemberian keputusan secara mendadak, maka meminta aspirasi dari DPP atau DE.

Mira (135 05 110) : Jika aspirasi lembaga bertentangan dengan aspirasi pribadi?

Adi Purwanto (135 06 010) : Akan mengutamakan aspirasi dari lembaga.

Mira (135 05 110) : Bagaimana cara melakukan pencerdasan himpunan, agar massa juga mau datang dan dapat menerima keputusannya?

Adi Purwanto (135 06 010) : Belum terpikir cara yang baru, namun mungkin akan meminta pendapat secara perorangan yang apat merepresentasikan golongan tertentu.

Mira (135 05 110) : Berencana mempunyai tim senator? Kenapa?

Adi Purwanto (135 06 010) : Tidak. Karena lebih ingin melakukan optimasi pd struktur yang sudah ada. Dan sudah ada DPP yang menjadi representasi massa, sehingga akan mencoba untuk bekerjasama dengandpp.

Mira (135 05 110) : Pencerdasan secara personal akan dilakukan senator sendiri kah?

Adi Purwanto (135 06 010) : akan meminta pendapat dari orang-orang yang berpengaruh.

Mira (135 05 110) : peran DPP dalam pencerdasan?

Adi Purwanto (135 06 010) : Dari DPP sendiri dapat membantu dalam pencerdasan dan representasi massa.

Monterico (135 05 036) : Pendekatan personal akan dilakukan terhadap DE dan DPP atau benar-benar personal?

Adi Purwanto (135 06 010) : akan meminta pendapat dari orang yang berpengaruh dan yang lainnya, contoh di DE akan meminta pendapat ke Kadiv terlebih dahulu baru ke bawahnya.

Tahir (135 05 052) : sebaiknya lebih ke arah menekan daripada mengobrol.

Catur (135 05 020) : Pikirkan tanggung jawab senator sampai lapis mana. Kalau bisa sampai semua massa mengerti.

Aditya : Pencerdasan sebenarnya bukan Cuma tanggung jawab senator, tolong diingat.

8. Esqi (135 07 071) : Bagaimana penanganan akan ada munculnya IST di tahun2 mendatang? Karena akan muncul perbedaan2 dan mungkin akan berbeda juga kebijakan2 yang ada.

Adi Purwanto (135 06 010) : Mungkin akan ada perbedaan2, tetapi IST dan IF masih tergabung dalam HMIF. Sebagai senator saya akan mewakili keduanya. Namun, saya sendiri belum ada bayangan pasti menghadapinya.

Wahyu Adhi (135 05 024) : Sebenarnya yang penting bukan pisahnya IST atau IF, tetapi kolaborasi di antaranya.

9. Alsa (135 05 074) : Jaket himpunan dianggap sebagai apa?

Adi Purwanto (135 06 010) : Sebagai identitas himpunan.

Alsa (135 05 074) : Bagaimana pandangannya akan anggota HMIF sendiri yang jarang memakai jahim?

Adi Purwanto (135 06 010) : Agak kecewa dan miris juga melihatnya, apalagi melihat jahim sendiri jarang dipakai oleh yang meminjam.

Mira (135 05 110) : Banyak faktor, kenapa jahim jarang dipakai. Secara filosofis, jahim bukanlah hal yang mewakili himpunan. Lebih penting orang berpengaruh tanpa jahim namun diketahui bahwa dia dari IF, daripada orang2 berjahim yang bergentayangan di kampus.

Adi Purwanto (135 06 010) : Tidak dapat dipungkiri jahim tetap penting untuk mengetahui identitas himpunan seseorang.

10. Mira (135 05 110) : berharap tahun depan ada senator tidak (setelah anto jika terpilih)?

Adi Purwanto (135 06 010) : Pengen

Mira (135 05 110) : Bagaimana menjamin bahwa ada senator penerus?

Adi Purwanto (135 06 010) : Jika ada pemilihan senator lagi, semoga animonya meningkat untuk pendaftarnya. Cara peningktan, mungkin dnegan ngobrol2, lebih sering melakukan forum aspirasi, dan membuat massa lebih aware akan pentingnya senator.

Mira (135 05 110) : Anto terlalu mengharapkan pada kepastian. Bergantung pada ngobrol-ngobrol, pada DPP , atau DE. Saya sendiri berharap akan adanya tim formatur, sehingga di luar senator sendiri akan ada tim yang membantu dalam melakukan pencerdasan.

Aqsath (135 06 006) : memang baik jika ada kolaborasi antara DPP, DE, dan senator, namun harus tetap ada indepedensi dari tiap2 lembaga dan akan lebih baik jika tidak bergantung pada lembaga lain. Mengenai tim formatur, akan lebih baik beraksi daripada mendengarkan.

11. Catur (135 05 020) : Jika cakahim yang terpilih berbeda kubu, langkah apa yang akan dilakukan?

Adi Purwanto (135 06 010) : Akan tetap membawa aspirasi massa. Akan mencoba mengobrol dan membuat forum2. Agar aspirasi tidak dibawa oleh dewan petinggi saja.

Husein (135 05 100) : Jawaban dari Anto lebih banyak “ngobrol”2nya, saya belum ada bayangan akan ngobrol2 oleh senator ke massa seperti apa?

Adi Purwanto (135 06 010) : Inginnya ada forum resmi, tetapi mungkin ngobrol2 ketika ada kumpul divisi, atau pada saat santai.

Filman (135 07 091) : Pekerjaan senator merupakan pekerjaan yang berat, apakah sempat untuk ngobrol2?

Adi Purwanto (135 06 010) : Saya rasa masih feasible. Mungkin ngobrol2 cenderung dilakukan dari pagi ke siang, karena kumpul senator lebih sering sore ke malam.

12. Mira (135 05 110) : Menurut Anto, kesalahan sistem yang bisa diperbaiki di kepengurusan KM ini apa?

Adi Purwanto (135 06 010) : 1. Banyaknya ketidaksinkronan proker dari KM dan himpunan2, inginnya lebih sinkron. 2. Banyaknya senator yang tidak membagi2 pengetahuannya di kongres pada himpunan.

Mira (135 05 110) : Tahu gak ada forum rembug 2004?

Adi Purwanto (135 06 010) : Setahu saya pernah terjadi perubahan dari senator yang 3 org menjadi 1 org.

Mira (135 05 110) : Dulu pernah ada forum rembug ketika ada aksi pembakaran jas almamater.

13. Mira (135 05 110) : Forum rembug sering dilakukan dengan kesepakatan yang sama dan kesimpulan yang sama dengan implementasi yang minim. Sudah adakah bayangan bagaimana cara mengimplemetasikan hasil kesepakatan, tanpa terus hanya melakukan forum rembug saja?

Adi Purwanto (135 06 010) : Belum. Itu juga menjadi pertanyaan saya. Kalau ada komitmen, mungkin baru bisa jalan.

Mira (135 05 110) : Perlu tidak ada fungsi yudikatif (pengawas)pada KM sekarang?

Adi Purwanto (135 06 010) : Ga perlu, asal sepakat dan menjaga.

Mira (135 05 110) : Kenyataan tidak seperti itu, ke depannya bagaimana dong? Apakah ada penamin lain, untuk melakukan pengawasan?

Adi Purwanto (135 06 010) : Belum terpikir kesana. Pengetahuan saya masih kurang, tapi saya mau belajar.

Aqsath (135 06 006) : Saya rasa harus kembali ke diri sendiri, apakah sudah cukup mengaspirasikan diri sendiri?

Ivan Pradhana (135 06 078) : Dari massa sendiri sudah banyak berubah, sudah banyak berupaya dengan mengirimkan senator (asalnya tidak). Sudah lebih serius.

14. Catur (135 05 020) : Jika menjadi senator, tanggung jawab mana yang lebih berat, ke kemahasiswaan terpusat atau hmif?

Adi Purwanto (135 06 010) : Akan lebih berat ke himpunan.

Catur (135 05 020) : Masukan: Mungkin bisa bikin blog lokal, sehingga massa dapat membaca apa yang terjadi di kongres lewat sana.

Tahir (135 05 052) : Selama ini masih kurang kaderisasi mengenai KM ITB ke angkatan yang dibawahnya. Penurunan nilai masih kurang. Pertanyaan di atas (pertanyaan catur) kurang setuju, karena kepengurursan pusat juga menjadi bagian kita. Akan lebih baik, jika memikirkan paradigma agar semua anak ITB dapat bergerak bersama-sama.

15. Rizkiana (135 07 122) : Sebagai anggota biasa yang baru masuk, masih belum mengerti apa2 tentang kepengurusan ataupun senator. Masukan: akan lebih baik jika ada tim senator, sehingga akan lebih sering ada sharing 3 lembaga dan pertukaran pemikiran dan informasi lebih lebih baik dari kuantitas dan kualitasnya, tidak hanya antara 3 lembaga petinggi saja dan juga agar ketersampaian informasi ke angkatan yang di bawah2 dapat lebih tersampaikan.

Adi Purwanto (135 06 010) : Jika saya terpilih akan lebih seringbertanya pada massa, apa yang diinginkan. Tim formatur takutnya tidak terlalu dibutuhkan. Mengenai pengadaannya, akan ditanyakan kembali ke massa.

Ivan Pradhana (135 06 078) : Bagaimana jika orang yang menyarankan menjadi tim formatur dari penyusunan tim formatur?

Mira (135 05 110) : Mungkin ini masukan juga bagi formatur. Dan mengenai ketidaktahuan anggota baru, adalah adanya kesalahan dari kaderisasi, adanya penurunan nilai tapi tidak ada pewarisan sistem.

16. Husein (135 05 100) : Sebutkan peran, fungsi, dan posisi mahasiswa?

Ga dijawab.

17. Catur (135 05 020) : Mengenai pertanyaan sebelumnya, itu sebenarnya agar yang menjadi calon senator dapat memberi analisis (uji mental)

Adi Purwanto (135 06 010) : Saya berterima kasih telah mengingatkan (mengenai pertanyaan sebelumnya)

18. Aditya : Apakah anggapan anto mengenai senator? Apakah menjadi pemimpin atau operator? Bisa saja kesimpulan yang diambil massa tidak tepat. Tolong dipertimbangkan saja.

PESAN TERAKHIR ANTO:

Maaf, pengetahuan saya masih kurang. Tetapi saya sudah berkomitmen . Saya juga melihat adanya kebutuhan akan senator, walau mungkin saya bukan orang yang terbaik mengenainya, saya berusaha mencoba dan saya juga mau belajar. Jika teman-teman akan memilih nanti, tolong dipertimbangkan agar yang terbaik untuk kita dan kepengurursan terpusat juga.

“karena hidup itu pilihan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.