Notulensi Hearing 2 Calon Senator

March 21, 2009 at 8:25 am (Uncategorized)

HMIFers semua,,

though it is late, enjoy notulensi hearing ke-2 calon senator yaa… :)

HEARING II CALON SENATOR HMIF

18 MARET 2009

R. 7601

1. Ivan Nugraha (135 06 073) : Kalau kongres kuat dan representatif, kenapa kalau penyusunan inkm, tetap mengundang koord. PSDA dr himpunan2? Hmif harus bersistem seperti apa agar senator bisa menjadi representatif?

Adi Purwanto (135 06 010) : menginginkan seperti itu : senator bisa menjadi representatif. Senator harus tahu internal yang ada di hmif itu sendiri seperti apa, dan selain aktif di kongres juga tetap aktif di hmif.

2. Joseph Rich (135 07 060) : apa pendapat tentang “masa depan KM itb, masa depan hmif”?

Adi Purwanto (135 06 010) : setuju, karena jika ada perubahan yang ekstrem di pusat, tentu saja himpunan juga terpengaruh dan berkaitan.

3. Ginar (135 05 079) : pendapat tentang pemilu KM ITB?

Adi Purwanto (135 06 010) : masih bingung, pencalonan yang berkali2 dan tetap tidak terpenuhi kondisi pemilihan umum.

Apri Kamayudi (135 05 009) : pemilu km itb juga sudah membuat 3 kali pencalonan. Pemilu tidak bisa berlanjut ke tahap kampanye karena tidak aada yang memenuhi verifikasi, sehingga diulang kembali ke tahap pendaftaran.

4. Lovinta (135 05 032) : Kenapa arah dan co. penyusunan proker, dari KM ITB dan hmif sendiri itu belum berkesinambungan?

Adi Purwanto (135 06 010) : adanya kesulitan karena adanya perbedaan masa kepemimpinan dari tiap-tiap himpunan, sehingga sulit untuk menyusun proker secara berkesinambungan. Untuk hmif sendiri, ketika penyusunan proker, membuat timeline dan menyesuaikan proker yang ada di kabinet.

5. Wahyu Adhi (135 05 024) : bagaimana pandangannya mengenai seringnya bentrok antara acara yang dibuat oleh KM ITB dengan acara yang dibuat himpunan?

Idem jawaban di atas

Wahyu Adhi (135 05 024) : saran: speed bicaranya tolong diperlambat

Aqsath (135 06 006) : sefeasible apakah untuk menyusun proker yang tidak bentrok dengan hmif, tolong dipertimbangkan untuk selanjutnya.

6. Monterico (135 05 036) : sebaiknya senator dapat menjelaskan hal-hal yang mengenai pemerintahan kemahasiswaan terpusat dan dinamikanya pada anggota himpunan secara langsung.

Adi Purwanto (135 06 010) : akan saya ingat

Monterico (135 05 036) : tolong jadikan sebagai aspirasi

7. Mira (135 05 110) : Apakah cara penarikan aspirasi secara berkala efektif? Belum tentu anggota himpunan mengerti apa-apa. Jika ada masalah mendadak di konges, dan tidak sempat menarik aspirasi, apa yang akan dilakukan? Jika penarikan aspirasi yang berkala tersebut tidak efektif, maka aspirasi siapa yang dipakai?

Adi Purwanto (135 06 010) : penarikan aspirasi secara berkala ingin dilakukan, agar himpunan sendiri tahu progress apa yang ada dan mendapatkan feedback kembali, selan itu, dapat memberi tahu aspirasi sebelumnya yang didapat seperti apa. Jika tidak ada masukan atau terlalu pemberian keputusan secara mendadak, maka meminta aspirasi dari DPP atau DE.

Mira (135 05 110) : Jika aspirasi lembaga bertentangan dengan aspirasi pribadi?

Adi Purwanto (135 06 010) : Akan mengutamakan aspirasi dari lembaga.

Mira (135 05 110) : Bagaimana cara melakukan pencerdasan himpunan, agar massa juga mau datang dan dapat menerima keputusannya?

Adi Purwanto (135 06 010) : Belum terpikir cara yang baru, namun mungkin akan meminta pendapat secara perorangan yang apat merepresentasikan golongan tertentu.

Mira (135 05 110) : Berencana mempunyai tim senator? Kenapa?

Adi Purwanto (135 06 010) : Tidak. Karena lebih ingin melakukan optimasi pd struktur yang sudah ada. Dan sudah ada DPP yang menjadi representasi massa, sehingga akan mencoba untuk bekerjasama dengandpp.

Mira (135 05 110) : Pencerdasan secara personal akan dilakukan senator sendiri kah?

Adi Purwanto (135 06 010) : akan meminta pendapat dari orang-orang yang berpengaruh.

Mira (135 05 110) : peran DPP dalam pencerdasan?

Adi Purwanto (135 06 010) : Dari DPP sendiri dapat membantu dalam pencerdasan dan representasi massa.

Monterico (135 05 036) : Pendekatan personal akan dilakukan terhadap DE dan DPP atau benar-benar personal?

Adi Purwanto (135 06 010) : akan meminta pendapat dari orang yang berpengaruh dan yang lainnya, contoh di DE akan meminta pendapat ke Kadiv terlebih dahulu baru ke bawahnya.

Tahir (135 05 052) : sebaiknya lebih ke arah menekan daripada mengobrol.

Catur (135 05 020) : Pikirkan tanggung jawab senator sampai lapis mana. Kalau bisa sampai semua massa mengerti.

Aditya : Pencerdasan sebenarnya bukan Cuma tanggung jawab senator, tolong diingat.

8. Esqi (135 07 071) : Bagaimana penanganan akan ada munculnya IST di tahun2 mendatang? Karena akan muncul perbedaan2 dan mungkin akan berbeda juga kebijakan2 yang ada.

Adi Purwanto (135 06 010) : Mungkin akan ada perbedaan2, tetapi IST dan IF masih tergabung dalam HMIF. Sebagai senator saya akan mewakili keduanya. Namun, saya sendiri belum ada bayangan pasti menghadapinya.

Wahyu Adhi (135 05 024) : Sebenarnya yang penting bukan pisahnya IST atau IF, tetapi kolaborasi di antaranya.

9. Alsa (135 05 074) : Jaket himpunan dianggap sebagai apa?

Adi Purwanto (135 06 010) : Sebagai identitas himpunan.

Alsa (135 05 074) : Bagaimana pandangannya akan anggota HMIF sendiri yang jarang memakai jahim?

Adi Purwanto (135 06 010) : Agak kecewa dan miris juga melihatnya, apalagi melihat jahim sendiri jarang dipakai oleh yang meminjam.

Mira (135 05 110) : Banyak faktor, kenapa jahim jarang dipakai. Secara filosofis, jahim bukanlah hal yang mewakili himpunan. Lebih penting orang berpengaruh tanpa jahim namun diketahui bahwa dia dari IF, daripada orang2 berjahim yang bergentayangan di kampus.

Adi Purwanto (135 06 010) : Tidak dapat dipungkiri jahim tetap penting untuk mengetahui identitas himpunan seseorang.

10. Mira (135 05 110) : berharap tahun depan ada senator tidak (setelah anto jika terpilih)?

Adi Purwanto (135 06 010) : Pengen

Mira (135 05 110) : Bagaimana menjamin bahwa ada senator penerus?

Adi Purwanto (135 06 010) : Jika ada pemilihan senator lagi, semoga animonya meningkat untuk pendaftarnya. Cara peningktan, mungkin dnegan ngobrol2, lebih sering melakukan forum aspirasi, dan membuat massa lebih aware akan pentingnya senator.

Mira (135 05 110) : Anto terlalu mengharapkan pada kepastian. Bergantung pada ngobrol-ngobrol, pada DPP , atau DE. Saya sendiri berharap akan adanya tim formatur, sehingga di luar senator sendiri akan ada tim yang membantu dalam melakukan pencerdasan.

Aqsath (135 06 006) : memang baik jika ada kolaborasi antara DPP, DE, dan senator, namun harus tetap ada indepedensi dari tiap2 lembaga dan akan lebih baik jika tidak bergantung pada lembaga lain. Mengenai tim formatur, akan lebih baik beraksi daripada mendengarkan.

11. Catur (135 05 020) : Jika cakahim yang terpilih berbeda kubu, langkah apa yang akan dilakukan?

Adi Purwanto (135 06 010) : Akan tetap membawa aspirasi massa. Akan mencoba mengobrol dan membuat forum2. Agar aspirasi tidak dibawa oleh dewan petinggi saja.

Husein (135 05 100) : Jawaban dari Anto lebih banyak “ngobrol”2nya, saya belum ada bayangan akan ngobrol2 oleh senator ke massa seperti apa?

Adi Purwanto (135 06 010) : Inginnya ada forum resmi, tetapi mungkin ngobrol2 ketika ada kumpul divisi, atau pada saat santai.

Filman (135 07 091) : Pekerjaan senator merupakan pekerjaan yang berat, apakah sempat untuk ngobrol2?

Adi Purwanto (135 06 010) : Saya rasa masih feasible. Mungkin ngobrol2 cenderung dilakukan dari pagi ke siang, karena kumpul senator lebih sering sore ke malam.

12. Mira (135 05 110) : Menurut Anto, kesalahan sistem yang bisa diperbaiki di kepengurusan KM ini apa?

Adi Purwanto (135 06 010) : 1. Banyaknya ketidaksinkronan proker dari KM dan himpunan2, inginnya lebih sinkron. 2. Banyaknya senator yang tidak membagi2 pengetahuannya di kongres pada himpunan.

Mira (135 05 110) : Tahu gak ada forum rembug 2004?

Adi Purwanto (135 06 010) : Setahu saya pernah terjadi perubahan dari senator yang 3 org menjadi 1 org.

Mira (135 05 110) : Dulu pernah ada forum rembug ketika ada aksi pembakaran jas almamater.

13. Mira (135 05 110) : Forum rembug sering dilakukan dengan kesepakatan yang sama dan kesimpulan yang sama dengan implementasi yang minim. Sudah adakah bayangan bagaimana cara mengimplemetasikan hasil kesepakatan, tanpa terus hanya melakukan forum rembug saja?

Adi Purwanto (135 06 010) : Belum. Itu juga menjadi pertanyaan saya. Kalau ada komitmen, mungkin baru bisa jalan.

Mira (135 05 110) : Perlu tidak ada fungsi yudikatif (pengawas)pada KM sekarang?

Adi Purwanto (135 06 010) : Ga perlu, asal sepakat dan menjaga.

Mira (135 05 110) : Kenyataan tidak seperti itu, ke depannya bagaimana dong? Apakah ada penamin lain, untuk melakukan pengawasan?

Adi Purwanto (135 06 010) : Belum terpikir kesana. Pengetahuan saya masih kurang, tapi saya mau belajar.

Aqsath (135 06 006) : Saya rasa harus kembali ke diri sendiri, apakah sudah cukup mengaspirasikan diri sendiri?

Ivan Pradhana (135 06 078) : Dari massa sendiri sudah banyak berubah, sudah banyak berupaya dengan mengirimkan senator (asalnya tidak). Sudah lebih serius.

14. Catur (135 05 020) : Jika menjadi senator, tanggung jawab mana yang lebih berat, ke kemahasiswaan terpusat atau hmif?

Adi Purwanto (135 06 010) : Akan lebih berat ke himpunan.

Catur (135 05 020) : Masukan: Mungkin bisa bikin blog lokal, sehingga massa dapat membaca apa yang terjadi di kongres lewat sana.

Tahir (135 05 052) : Selama ini masih kurang kaderisasi mengenai KM ITB ke angkatan yang dibawahnya. Penurunan nilai masih kurang. Pertanyaan di atas (pertanyaan catur) kurang setuju, karena kepengurursan pusat juga menjadi bagian kita. Akan lebih baik, jika memikirkan paradigma agar semua anak ITB dapat bergerak bersama-sama.

15. Rizkiana (135 07 122) : Sebagai anggota biasa yang baru masuk, masih belum mengerti apa2 tentang kepengurusan ataupun senator. Masukan: akan lebih baik jika ada tim senator, sehingga akan lebih sering ada sharing 3 lembaga dan pertukaran pemikiran dan informasi lebih lebih baik dari kuantitas dan kualitasnya, tidak hanya antara 3 lembaga petinggi saja dan juga agar ketersampaian informasi ke angkatan yang di bawah2 dapat lebih tersampaikan.

Adi Purwanto (135 06 010) : Jika saya terpilih akan lebih seringbertanya pada massa, apa yang diinginkan. Tim formatur takutnya tidak terlalu dibutuhkan. Mengenai pengadaannya, akan ditanyakan kembali ke massa.

Ivan Pradhana (135 06 078) : Bagaimana jika orang yang menyarankan menjadi tim formatur dari penyusunan tim formatur?

Mira (135 05 110) : Mungkin ini masukan juga bagi formatur. Dan mengenai ketidaktahuan anggota baru, adalah adanya kesalahan dari kaderisasi, adanya penurunan nilai tapi tidak ada pewarisan sistem.

16. Husein (135 05 100) : Sebutkan peran, fungsi, dan posisi mahasiswa?

Ga dijawab.

17. Catur (135 05 020) : Mengenai pertanyaan sebelumnya, itu sebenarnya agar yang menjadi calon senator dapat memberi analisis (uji mental)

Adi Purwanto (135 06 010) : Saya berterima kasih telah mengingatkan (mengenai pertanyaan sebelumnya)

18. Aditya : Apakah anggapan anto mengenai senator? Apakah menjadi pemimpin atau operator? Bisa saja kesimpulan yang diambil massa tidak tepat. Tolong dipertimbangkan saja.

PESAN TERAKHIR ANTO:

Maaf, pengetahuan saya masih kurang. Tetapi saya sudah berkomitmen . Saya juga melihat adanya kebutuhan akan senator, walau mungkin saya bukan orang yang terbaik mengenainya, saya berusaha mencoba dan saya juga mau belajar. Jika teman-teman akan memilih nanti, tolong dipertimbangkan agar yang terbaik untuk kita dan kepengurursan terpusat juga.

“karena hidup itu pilihan”

Permalink Leave a Comment

Profil Calon Senator

March 21, 2009 at 8:05 am (Uncategorized)

Ini ada profil calon senator buat info semuanya..

Profil Singkat :

Nama Lengkap : Adi Purwanto Sujarwadi

Nama Panggilan : Anto

NIM : 13506010

TTL : Bogor, 12 Juli 1988

Alamat Bandung : Jl. Tubagus Ismail 153a

Alamat Libur : Gg. Kayumanis Komp.

Puslitbangtri No. 6 Bogor 16111

Telepon : 085692391903

e-mail : adipsujarwadi@yahoo.com

Visi :

Senator yang bermanfaat bagi HMIF dan KM ITB secara keseluruhan

Misi:

· Penarikan Aspirasi Secara Berkala

KM ITB adalah suatu sistem yang dinamis. Banyak perkembangan terjadi seiring dengan berjalannya waktu, hal ini menimbulkan perlunya seorang senator untuk aktif menarik aspirasi lembaga yang ia wakili dalam jangka waktu tertentu. Dengan aktifnya seorang senator menarik aspirasi secara berkala, diharapkan aspirasi massa HMIF dapat tertampung dan tersampaikan secara maksimal.

· Meningkatkan rasa kepemilikan HMIF terhadap senator

Saat ini, dapat dirasakan rasa kepemilikan massa HMIF terhadap senatornya masih belum ideal. Hal ini terlihat dari pemilu tahun lalu dimana jumlah suara pemilihan senator jauh lebih sedikit daripada jumlah suara pemilihan Ketua Himpunan. Hal ini sangat disayangkan, karena senator merupakan representasi lembaga di kemahasiswaan terpusat, sehingga apabila massa lembaga tidak memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap senator, maka representasi ideal lembaga tersebut tidak akan terjadi.

· Memperjuangkan aspirasi HMIF di kemahasiswaan terpusat

Seorang senator merupakan representasi lembaganya, sehingga sudah sepantasnya segala tindakan yang ia lakukan merupakan representasi aspirasi lembaga yang ia wakili. Sudah menjadi kewajiban senator untuk memperjuangkan aspirasi lembaga dan memberi laporan berkala kepada massa lembaganya. Saat seorang senator dapat memperjuangkan aspirasi lembaganya dengan baik, diharapkan massa lembaga dapat lebih merasakan manfaat dari pengiriman senator tersebut.

sekiannn,,

“karena hidup itu pilihan”

Permalink Leave a Comment

Coming Soon-Contreng Kahim dan Senator

March 21, 2009 at 3:51 am (Uncategorized)

Salam hangat untuk HMIF’ers,

Tidak terasa waktu untuk memilih Kahim dan Senator HMIF tinggal sebentar lagi.

Kita akan mulai memilih mulai tanggal 30 Maret sampai 1 April 2009. Cara milihnya dengan dicontreng bukan dicoblos ya. 

Nah HMIF’ers untuk calon Kahim kandidatnya:

 Ivan Nugraha VS Wisnu Adityo,

sedangkan untuk calon senator kandidatnya:

Adi Purwanto Sujarwadi VS Kotak kosong.

Untuk itu, ditunggu ya partisipasinya dalam pemilihan nanti…untuk HMIF yang lebih baik.

Ingat, ingat,jangan sampe ketinggalan ya…

“karena hidup itu pilihan”

Permalink Leave a Comment

Profil Cakahim

March 16, 2009 at 5:18 am (Uncategorized)

Dear all,,

maaf terlambat sekali mem-posting profil2 cakahim kitaa..

tapiii better late than not,, x)

Jadi, inilah profil cakahim kita :

Cakahim 1

Nama Lengkap : Ivan Nugraha

Nama Panggilan : Ivan

NIM : 13506073

TTL : Bandung, 24 Juni 1988

Agama : Islam

Alamat : Jl. Alap-Alap 7A Garuda

Bandung 40184

Telepon : (022) 6076444

Handphone : 081320639688

e-mail : ivannugraha@yahoo.com

Asal SMA : SMA Negeri 3 Bandung

Hobi : mendengar, tersenyum

VISI MISI

Visi

“Bersama, Berkesinambungan, Bermanfaat”

HMIF milik Bersama

HMIF berjalan bukan hanya karena impian dan ambisi ketua atau segolongan orang. HMIF seharusnya berjalan di atas impian semua anggotanya untuk mencapai HMIF yang lebih baik.

HMIF yang memiliki sistem Berkesinambungan

Kepengurusan setiap tahun seharusnya merupakan perbaikan akan kepengurusan sebelumnya. Dari masa lalu kita belajar, kita ambil yang baik dan lanjutkan. Kesalahan masa lalu kita perbaiki dan jangan sampai terulang kembali. Selain itu, Satu tahun sendiri adalah waktu yang singkat untuk menggapai semuanya. Oleh karena itu, kita harus berpikir untuk tujuan jangka panjang dan melakukan kepengurusan ini sebagai langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

HMIF yang Bermanfaat ke dalam dan keluar

Setiap anggota haruslah “nyaman” saat berada di himpunan. Hal ini bisa didapat jika di himpunan anggota tersebut menemukan manfaat, baik di bidang keprofesian, akademik, kekeluargaan, dan yang lainnya. Himpunan yang ideal adalah himpunan yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya akan keprofesian, pengabdian masyarakat, dan kekeluargaan. Setelah memenuhi kebutuhan anggota, himpunan sendiri diharapkan dapat memenuhi kebutuhan lingkungan akan himpunan. Himpunan dapat membantu ITB dalam mengembangkan mahasiswa atau membantu masyarakat dengan pengabdian masyarakatnya.

Misi

HMIF sebagai organisasi pembelajar

Kesalahan masa lalu kita perbaiki dan jangan sampai terulang kembali. Selain itu, kita mulai berproyeksi ke depan dalam menyusun target jangka panjang HMIF dan melakukan satu tahun ini untuk mencapai itu.

Program kerja yang efisien dan efektif

Hanya proker-proker yang esensial yang akan dilaksanakan. Dengan berkurangnya proker divisi, diharapkan waktu dan perhatian untuk ikut berpartisipasi di divisi lain semakin tinggi. Di samping itu, partisipasi massa di kegiatan kemahasiswaan terpusat dapat bertambah. Sayang sekali jika hanya kita terbelenggu di bidang informatika saja. Bidang informatika tidaklah cukup untuk mengatasi masalah bangsa.

Cakahim 2

Nama : Wisnu Adityo

Panggilan : Cuz / Adit

NIM : 13506029

TTL : Jakarta, 29 Juni 1990

Cita-cita Ideal :

· Presiden Indonesia

· CEO Perusahaan Multinasional

VISI MISI

VISI : Satu Padu dan Saling Menghargai menuju HMIF yang sadar kontribusi

Penjelasan :

· Satu Padu : Kekeluargaan dan Kekompakan antar anggota HMIF

· Saling Menghargai : Apresiasi antar anggota-anggota HMIF

· HMIF yang sadar kontribusi : kesadaran berkontribusi yang melandaskan kontribusi HMIF, baik ke anggotanya atau sebaliknya, dan kontribusi HMIF ke lingkungan sekitarnya

MISI :

· Pengembangan Organisasi : Pembenahan Internal

o Perencanaan program kerja yang jelas dengan analisis esensi, SDM, dan Timeline

o Optimalisasi kinerja dan peran Dewan Eksekutif

o Pemberdayaan jalur Informasi yang efektif untuk massa HMIF

· Keanggotaan : Pengembangan Kualitas anggota HMIF

o Kaderisasi informal yang didasarkan pada GDK, GBHP, harapan anggota beserta pengawasannya

o Sharing Pengetahuan antar anggota HMIF

§ Sosialisasi perkembangan Divisi Biro yang terlaksana secara berkala

§ Sharing Keprofesian untuk massa HMIF

· Perencanaan dan Implementasi GDK Keprofesian

§ Sharing dari tiap Divisi/Biro pada anggota HMIF

· Eksternal : Membangkitkan sense “keprofesian untuk pengabdian masyarakat” dan sense kebanggaan kepada HMIF

o Kontribusi pada lingkungan sekitar kita sebagai fasilitator tumbuhnya kebanggaan kepada HMIF

o Pewacanaan Pengabdian Masyarakat di setiap elemen HMIF

Ayo,, kita lebih mengenal mereka lagi di HEARING 2 CAKAHIM

SENIN, 16 MARET 2009 ! :)

ki-ka : Ivan Nugraha, Wisnu Adityo

ki-ka : Ivan Nugraha, Wisnu Adityo

“karena hidup itu pilihan”

Permalink Leave a Comment

Notulensi Hearing 1 Calon Senator

March 14, 2009 at 4:01 am (Uncategorized)

Yak,,

kemarin baru ada hearing calon senator.

Silahkan dibaca dan semoga bermanfaat,, x)

Hearing Calon Senator
Tanggal : 13 Maret 2009
Tema : Visi, Misi, Struktur dan Proker

Sesi 1
1. Filman
Struktur dan proker ?
Proker : Kembali lagi ke massa
Struktur : Tidak ingin membuat tim senator , lebih ingin membaur dengan massa dan dibantu oleh DPP
2. Ivan N.
Di HMIF, Senator cocok di bawah mana?
Bentuk interaksi antara 3 lembaga , Senator, DE, DPP tetap dipertahankan.
3. Syva
Apa yang terjadi jika kotak kosong menang?
Pemilu valid jika 2/3 massa HMIF. Jika tidak tercapai, Pemilu gagal.
Calon Senator menang jika mendapatkan ½ suara dari suara sah. Diharapkan animo massa tinggi dan itu tidak terjadi.
Jika kotak kosong menang, mekanisme akan dikembalikan lagi kepada DPP.
4. Apri
Visi : analisis mengenai interaksi antara elemen-elemen ITB, akan seperti apa?
Lembaga-lembaga bekerja sama. Kemahasiswaan Terpusat sebagai sinkronisasi dari lembaga lain yang ada.
Manfaat :
Menarik aspirasi dari HMIF, mengerjakan fungsi pribadi dengan maksimal.
Sesi 2
1. Dwinanto
Peran senator masih kurang disadari oleh massa. Usaha-usaha?
Melakukan pelaporan ke massa. Meminta kolom di madding/ekspresif. Kotak aspirasi, laporan ke DPP. Massa menjadi aware dan merasakan manfaat dari peran senator.
Perlu dibuat mekanisme penarikan aspirasi untuk hal-hal yang mendadak, untuk berjaga-jaga.
2. Wisnu
Komitmen ke depannya? Saya punya komitmen, insya Allah.
3. Restya
Jika ada masalah di KM, tapi di HMIF belum pernah dibahas, bagaimana?
Setiap ada perkembangan di Kemahasiswaan Terpusat, selalu diwacanakan ke massa.

Sesi 3
1. Aqsath
Di AD/ART sekarang belum ada senator, apa pandangannya?
Ke depannya bagaimana?
Seandainya terpilih, ingin dilakukan pembahasan dengan DPP mengenai ini.
-Amandemen AD/ART-
2. Syva
Kenapa ingin mencalonkan diri menjadi senator?
Ingin menjadi orang yang lebih bermanfaat. Bagi HMIF, melihat kekurangan dari yang dulu dan berniat memperbaiki kinerja yang dulu.
3. Halim
Pentingnya KM untuk HMIF?
Penting untuk bekerja sama dengan lembaga lain dan menghasilkan sesuatu yang lebih besar.
Dengan kondisi sekarang, apa yang bisa ditawarkan KM?
Kita memiliki wadah untuk berkarya pada sistem yang lebih besar.
Bargaining point dari Kabinet KM untuk HMIF?
Sebagai wadah dari kader-kader lembaga untuk menjaga arah kita semua.
Sesi 4
1. Uchenk
Misi : penarikan aspirasi, visi : bermanfaat
Aspirasi untuk lebih bermanfaat ke Kongres, caranya untuk mempengaruhi senator dari lembaga lain?
Jika aspirasi memang baik, maka dengan sendirinya akan diterima oleh yang lain.
2. Nadhira
Cara untuk menarik aspirasi massa HMIF?
Mengadakan laporan berkala, dari situ bisa mengambil sampel. Polling. Kotak aspirasi.
3. Lovinta
Misalnya keinginan massa bertentangan dengan keputusan Kongres. Bagaimana memposisikan diri? Bagaimana cara memastikan bahwa keputusan yang dihasilkan memang bermanfaat?
Sebuah keputusan akan diambil melalui kajian. Hasil tersebut maka akan menjadi sesuatu yang baik.
Melaporkan ke massa, dan tidak akan membiarkan massa kebingungan dengan memberi penjelasan.

Sesi 5
1. Wahyu Adhi
Sesuatu yang sangat jelas, sering menjadi masalah. Penyikapan?
Di hearing berikutnya menyampaikna mengenai Senator dan KM.
-Tidak terlalu efektif, saran : melihat kaderisasi lalu mencari yang bisa diperbaiki.
Kejaran : massa yang sekarang sehingga ke bawah bisa diperbaiki.
2. Rich
KM akan membentuk kongres -> membenahi sistem KM. Bagaimana pandangan tentang sistem di KM sekarang dan apa yang harus diubah untuk perbaikan ke depan?
Sistem masih baik, hanya implementasi yang perlu diubah. Sistem belum berjalan secara optimal. Kerahkan & pencerdasan massa sehingga bisa optimal dan berjalan dengan baik.
-Sistem -> satu kesatuan. Jika output jelek, artinya sistemnya juga.
Konsep sistem bagus, hanya implementasi saja.
-Sistem -> setiap komponen harus dapat bekerja sama dan berkoordinasi. Tatarannya yang dimaksud adalah implementasinya.
3. Fahmi
HMIF sering mendapati libur panjang. Di saat ada sesuatu dan ingin dilakukan kajian, kesulitan dalam mengumpulkan massa. Cara efektif untuk mencerdaskan dan menarik aspirasi massa ketika tidak bersama-sama?
Belum menemukan metode, sejauh ini masih mengandalkan media internet. Untuk saran bisa disampaikan.

Sesi 6
1. Filman
Ketika terpilih, parameter kesuksesan? Dampak untuk HMIF dan KM? Memposisikan sebagai Senator HMIF atau Senator dari orang-orang yang tidak terwakilkan oleh unit atau himpunan?
Parameter kesuksesan pribadi : peran Senator lebih dipandang, saat waktu turun, banyak kader yang bersemangat untuk menggantikan, dan saat menghilang orang-orang mencari.
Target : Aspirasi dari himpunan cukup dari Senator saja.
2. Risa
Yakinkah dengan keputusan tidak membuat tim? Bukankah akan memberatkan?
Tidak bekerja sendiri, tetapi bekerja sama dengan DE dan DPP. Lebih ingin memaksimalkan sistem yang ada.
-Di saat ada masalah, berbagi dengan siapa?
Lebih ingin berkumpul dengan massa juga selain dengan DE dan DPP. Pribadi : tidak berkorelasi antara evaluasi dengan tim senator.

3. Satrio
Persoalan KP. Ketika KP dimanapun, akan menghambat peran Senator dan penarikan aspirasi tidak?
Seandainya KP di luar bandung, mencari pj sementara yang dicari dari awal-awal.
-Mencari pjs tidak cukup sebentar, itu gunanya juga tim senator
Sampai saat ini, dengan pelaporan berkala massa telah dicerdaskan sehingga 1minggu cukup untuk pjs.
-Ketika masa KP, juni-agustus, ada agenda besar d km dan himpunan. Agenda ini yang menentukan keberlangsungan. Salah satu cara : mengambil peran langsung di kaderisasi STEI. Sulit jika dilimpahkan ke pjs. Salah satu fungsi tim : regenerasi. Ada atau tidak tim senator, regenerasi ini harus tetap berjalan.

Sesi 7
1. Uchenk
Masalah aspirasi : keputusan yang banyak belum tentu benar. Bagaimana jika sedikit orang yang mendukung, tetapi aspirasi kita menjadi keputusan yang dipilih?
Tetap dilakukan analisis, tidak hanya voting saja. Diantara yang benar, dipilih yang paling benar. Jika aspirasi yang dibawa HMIF memang baik, akan diperjuangkan, tapi tidak memaksakan.
2. Wisnu
Senator banyak menghilang, bagaimana upaya menarik senator-senator kembali?
Melakukan pencegahan, mempertahankan senator sehingga betah di kongres dan merasa rugi jika tidak hadir.
3. Dwinanto
Kewajiban kongres : menyuplai massa.
Visible atau tidak untuk mencapai kemampuan tersebut di tahun ini?
Bagaimana memanfaatkan penyusunan proker sehingga tidak bertabrakan. Dari HMIF mampu, tapi untuk lembaga lain belum tahu.
-mekanisme penyusunan proker cabinet
Himpunan menyampaikan aspirasi sebagai arahan. Mirip dengan HMIF, tetapi ada kendala. Masalah : saat itu belum mengetahui secara persis proker HMIF sendiri. Solusi : sinergisasi proker cabinet dan himpunan. Senator telah mengetahui proker himpunan.
Sesi 8
1. Inai
Suatu saat aspirasi massa terpecah menjadi pro dan kontra. Bagaimana membawa ke KM dan mencakup seluruh aspirasi?
Ingin mengadakan kajian atau diskusi. Bermusyawarah sehingga suara himpunan bulat. Jika tidak, dibawa aspirasi-aspirasi tersebut untuk dibahas lagi di sana.

—————————————————————-

“karena hidup itu pilihan

Permalink Leave a Comment

Notulensi Hearing 1 Cakahim, 11 Maret 2009

March 12, 2009 at 9:44 am (Uncategorized)

Untuk seluruh HMIFers ,

disini ada notulensi dari Hearing 1 Cakahim dengan tema visi dan misi.

Semoga bermanfaat sehingga kita bisa lebih mengenal calon pemimpin kita! ;)

HEARING I Calon Ketua HMIF

Tanggal : 11 Maret 2009

Hearing ke-1

Tema : Visi misi calon

Sesi 1

1. Tahir Arazi (13505052)[ivan] : Jelasin cara HMIF untuk menuju badan hukum bagaimana? Orientasi himpunan mau dibawa kemana?

Ivan : Agar dari segi ekonomi kita tidak bergantung lagi kepada STEI, mengimbangi keprofesian.

Tahir :Teknisnya bagaimana dari pembuatan badan hukum tsb?

Ivan :Untuk langkah2nya sendiri belum kebayang.

Tahir :Takutnya kita belum kebayang dengan keribetannya membuat badan hukum itu sendiri.

2. Syva (13505086) [keduanya] : Dari kepengurusan sebelumnya, kesalahan apa yang menurut anda yang memberikan pengaruh terbesar?

Wisnu : Kepengurusan Narendra, dia menganggap HMIF ini sebagai EO keprofesian. Dan anggotanya tampak dipaksa untuk memenuhi even-even tsb. Kepengurusan Budi, membawa visi yang salah yang mengangkat tentang pengabdian masyarakat sedangkan animo massa sudah semakin sedikit karena kepengurusan yang sebelumnya. Kepengurusan Iqbal, di sisi keprofesian menurun, di sisi kaderisasi internalnya kurang dikontrol. Kepengurusan Nanto, masalah manajemen DE kurang mengupgrade KADIV dan KABIRnya, kaderisasi informalnya cukup baik tapi materinya kurang padat.

Ivan : Kita tidak punya GBHH, kita tidak punya rencana untuk proyeksi ke masa depan. supaya kita mempunyai mimpi jarak jauh dan tidak memaksakan semuanya untuk selesai dalam satu kepengurusan

Syva : Apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki di kedepannya?

Wisnu : Proker akan di analisis SDM dllnya, mempercakap kepengurusan yang akan datang, di sisi keprofesian ada GDK keprofesian, dipadukan dengan GBHP dan GDK.

Ivan :Sementara sebelum GBHH, akan membuat forum untuk semua anggota HIMPUNAN tentang arah si himpunan ini untuk lima tahun ke depan.

3. Nur(13506091)[keduanya] : Bagaimana masing-masing cakahim ini membawa visi misi kekeluargaan dan kebersamaan di kepengurusannya?

Ivan : Kebersamaan harus ada karena emang dasarnya kita keluarga. ketika merasakan kebermanfaatan dari himpunan ini kita jaga keterikatan ini.

Wisnu : Saling menghargai, untuk menekankan pada KADIV/BIR untuk saling memberi dengan mengajak anggota-anggotanya. Untuk masalah alumni, rasa kepemilikan angk 90 ke bawah sudah kurang, kita kejar angk 90 keatas dengan merangkulnya.

Nur : Dua-duanya ingin anak HMIF lebih aktif di kemahasiswaan di terpusat, takutnya kegiatan di himpunan terlupakan atau terlalu asik dengan kegiatan terpusat.

Sesi 2

4. Wahyu Adi (13505024)[keduanya] : Sebenarnya visi misi temen-temen itu diturunkan dari mana? Bener tidak dari ad art HMIF atau dari permasalahan di HMIF, bisa tidak temen-temen menunjukkan bukti atau sebenarnya hanya asumsi saja.

Wisnu : Dari evaluasi setiap kepengurusan lainnya, faktanya kita tidak berhimpun yaitu di beberapa kegiatan HMIF kurang banyak yang berkontribusi.

Ivan : Dari analisis masalah: ARKAVIDIA, tentang angk 2007.

Adi : Cus tidak menjelaskan secara explicit ad artnya, dan ivan hanya menjelaskan satu poin saja. Tentang media untuk mengumpulkan masalah yang ada gimana?

5. Aditya Irfansyah (13507004) [keduanya] : Cara konkrit untuk ngajak anggota-anggotanya?

Ivan : Kalo anggotanya merasakan kebermanfaatan mereka tidak akan ilang. Harus turun ke bawah secara personal dan kelompok.

Wisnu : Ke arah 2008 ke bawah karena itu orang yang masih kita ubah, atau mungkin juga ada orang2 yang lebih tertarik dengan unitnya.

Joel : Bisa menghadirkan berapa untuk hearing nantinya?

Ivan : Sanggup menghadirkan 120 orang.

Wisnu : Sama kayak ivan 120 orang.

6. Fajrin (13504055)[keduanya] : Sebenarnya poin apa yang temen-temen bawa yang membedakan dari calon lainnya, poin apa yang tidak ada di poin temen-temen tapi temen-temen bisa bawa untuk mendukung visi misi temen-temen sendiri?

Ivan : Punya saya yang lebih lengkap sedikit.

Wisnu : Penghargaan

Fajrin : Kalian mengakui memiliki poin yang tidak dimiliki oleh calon lainnya, tapi ada komentar yang kontradiktif kalau poin-poin temen-temen sudah mencakup poin-poin calon yang lainnya.

Tahir : Kalau bisa temen2 menunjukkan kelebihan di bandingkan calon yang lainnya.

Sesi 3

7. Aqsath (13506006)[ivan] : Standar keprofesian apa yang akan dibawa nantinya karena adanya STI dan Informatika?

Ivan : Samakan saja dengan kaprodinya.

Aqsath : Bagaimana dengan kurikulumnya?

Ivan : Bukan untuk menstandarkan keprofesian tapi ingin meningkatkan.

Tito : Lebih baik kita definisikan dulu apa itu keprofesian, supaya visi misi kalian yang berisikan keprofesian jadi tidak abstrak.

Wisnu : Keprofesian ketika kita membuat karya jelas, jaminannya sharing keprofesian yaitu saling berbagi ilmu keprofesiannya itu sendiri.

Ivan : Orientasinya tentang profesi apa yang akan kita lakukan nantinya, kerja kita nantinya.

8. Mira (13505110) [keduanya] : Seberapa bisa visi misi kalian akan berubah nantinya?

Wisnu : Sudah di komunikasikan,sudah dipikirkan sebelumnya tentang fleksibilitas visi-misinya ini dan sudah mantap dengan visi misi ini.

Ivan : Kembali lagi di visi pertama yaitu bersama.

Mira : Saya harapkan temen-temen bisa berpikiran terbuka untuk visi misinya.

9. Haekal (13507020) [keduanya] : Bagaimana cakahim ini menurunkan visi misinya ke anak 08?

Ivan : Ditekankan di kaderisasi IF 2008, akan ada internalisasi di dalamnya.

Wisnu : Kaderisasi formal sulit diteruskan di kaderisasi informal.

Haekal : Merasa ada kesan 2007 yang baru masuk untuk sebagai pekerja tanpa dijelaskan lebih lanjut kenapa proker itu ada.

Ivan : Harus ada internalisasi dan kenapa hal itu harus ada? Dan hal ini jangan di lanjutkan.

Wisnu : Masalah proker kan disosialisasikan ke massa himp.

Mira :Kaderisasi itu berkelanjutan, berarti inspirasi itu tidak diturunkan, berarti kaderisasi informalnya tidak jalan.

Sesi 4

10. Rilla (13507022) [ivan] : Ada kemungkinan tidak bakal banyak proker? dan rencana teknis dari pengerjaan proker tersebut supaya efisien?

11. Satrio (13506070)[keduanya] : Gimana keterkaitan visi-misi kedua calon?

Ivan : Menjalankan visi misi saya seperti ibadah, termasuk visi pribadi

Wisnu : Saya arahkan visi saya untuk ke masyarakat, menjadi rahmat bagi semesta alam, dengan menjadi kahim mengharapkan dirinya lebih berguna.

Satrio : Diandaikan diagram venn, visi hidup dan visi HMIF anda bagaimana?

Satrio : Sebaiknya beririsan karena menjadi Kahim membawa aspirasi orang-orang.

12. Apri (13505009)[keduanya] : Dari GBHH tersebut apa sih bayangan kalian HMIF ke depannya bagaimana? Peran apa yang akan diambil untuk itu?

Wisnu : Bercermin pada sipil 4 bulan persiapan, 4 bulan pelaksanaan. Ingin menerapkan seperti itu namun loyalitas dan kebersamaan disini belum cukup.

Ivan : 5 tahun lagi dihati hmif terpatri PM, ada sistem stabil untuk membangkitkan sense PM. Pembelajaran terus menerus berjalan, memiliki kestabilan ekonomi, sudah mampu jika akan mengadakan acara besar keprofesian

Apri : Kekhawatiran visi misi adalah ambisi kahim, tidak menangkap visi global, bagaimana membuat landasan untuk kepengurusan berikutnya. Dengan mengetahui GBHH lebih mengenal esensi dan tujuan yang dipelajari. dengan esensi sampai kapanpun kita tidak akan kelelahan karena ada goal jadi motivasi.

Adi : Belum ada hal konkrit, menjadi ketua himpunan tetapi tidak ketua dewan eksekutif yaitu lembaga yang bertanggung jawab GBHH.

Wisnu : Belum pernah membahas, apakah hmif cukup, belum bisa menjanjikan tapi akan berusaha.

13. Veri (13507092)[Keduanya] : Bagaimana kalian akan menyikapi yang bernim 182 tersebut?

14. Ikrar (13507063)[keduanya] : Menilai dari mana 2008 dan 2007 bakalan sanggup?

Ivan : Ketika belum jadi proker belum terbayang bentuk real nya.

Wisnu : Menanyakan ke angkatan 2007, kegiatan kecil dengan impact besar.

Ikrar : Harusnya ada keyakinan visi misi tsb bisa terjadi seperti apa, kalau blm yakin tidak perlu dicantumkan.

Sesi 5

15. Azby (13506018) [keduanya] : Di kepengurusan berikutnya apakah perlu biro ekonomi, kalo perlu deskripsinya seperti apa? apa klo baru ada proker atau cari duit aja? Sumber pemasukan dari mana?

16. Adi (13506052)[keduanya] :HMIF seharusnya organisasi seperti apa sesuai AD/ART? Yang sekarang seperti apa? Nantinya sesuai visi/misi kalian seperti apa?

Wisnu : HMIF yang ideal : bisa memfasilitasi kreativitas dan keprofesian anggota dari segi dana, sdm, proker dan pm & kekeluargaan. himpunan sekeluarga berkarya untuk masyarakat. tidak dibatasi, misal dana. hmif saat ini bermasalah kekeluargaan belum berhimpun dengan baik dan sinergis belum satu masih dimiliki sebagian besar divisi, keprofesian seakan2 hanya dimiliki divpro atau orang2 dekat yang bisa diajak memproyek. pm belum pernah konkrit, inginnya sense tertumbuhkan. hmif selalu bermasalah dari segi dana. yang ingin dicapai saling menghargai dan proker dapat diturunkan semua.

Ivan : ad/art seharusnya udah diubah, banyak yang sudah tidak sesuai. masih sepakat dengan tujuan yaitu pemenuhan kebutuhan anggota, misal turun dan mengabdi ke masyarakat. saat ini tidak semua orang merasa semua kebutuhannya terpenuhi di hmif. inginnya semua merasa kebutuhan terpenuhi

Adi : Sebenernya hmif apa? lebih kekeluargaan atau profesional (klo tidak melakukan ada hukuman)?

Ivan : HMIF kekeluargaan karena disini sukarela.

Wisnu : Kekeluargaan dengan saling menghargai dan kesadaran.

17. Dellyna(13507093)[keduanya] : visi misi kaderisasi informal dan penciptaan suasana kerja yang nyaman, bagaimana sinkronisasinya? masuk melalui kaderisasi informal dengan proker-proker dan 06 hanya sebagai SC, tidak ada kerja bersama 06 jadi enggak satu hmif.

Ivan : 07 dapet kaderisasi informal tapi tidak sesuai dengan yang diharapkan, solusi 06 ikut kerja bareng.

Wisnu : Kalo bener2 melepas tidak benar, bukan hanya sebagai SC tapi memberitahu dan ikut membantu bersama, harusnya tidak sulit diminta bantuan. Ketika menyuruh usahakan tetap ada disana

Dellyna : Apakah cara seperti itu ada lagi? selain terlalu banyak proker, suasana kerjanya tidak terasa. Kalo sistem tsb masih diterapkan tidak akan efektif.

Satrio : 06 ikut membantu bukan hanya SC, SC harusnya membantu dan membimbing tataran teknis. posisi SC tidak benar2 berjalan.

18. Vinta (13505032)[keduanya] : Misi nya banyak dan melebar, semua fokus ingin diambil, setiap misi tidak dapat diukur. pengawasan setiap misi gimana? visi misi saya tercapai jikaa…..

Ivan : Tidak mengulang kesalahan yang telah ada, mencoba membuat GBHP, proker efisien dan efektif dengan effort sedikit, massa banyak, esensi dapat. Pembelajaran dengan implementasi gdk. Standarisasi dengan pelatihan yang meningkatkan keprofesian. Pm benar2 dalam. Ekonomi ingin suasana proyek di banyak orang. Kontribusi aktif dengan peningkatan partisipasi hmif di luar.

Wisnu : Kejaran internal yang memang feasible dikejar. beberapa sudah ada tinggal optimalisasi. Hal-hal kecil dengan impact besar. De mengalami upgrading agar tidak bingung pada kaderisasi informal. Pemberdayaan jalur informasi semua massa himpunan tau acara apa saja. Kaderisasi informal sudah bagus tinggal ditabrakkan pada gbhp dan gdk. sharing dengan adanya sharing sudah tercapai. Kontribusi jika terjalankan dengan baik. Melihat partisipasi anggota di acara2 himpunan khusunya acara pm.

Vinta : Tidak ada pernyataan bisa atau tidak, walaupun sudah ada fokus tapi masih terlalu lebar untuk implementasi 1 tahun, karena akan banyak hambatan. Lebih penting mana banyak tapi tidak signifikan atau satu fokus tapi signifikan

Wisnu : Di acara pm saya yang tidak besar tapi anggota-anggota hmif berpartisipasi aktif. Fokus banyak yang telah di achieve. effortnya tidak banyak.

Ivan : Ada target ketika tercapai berhasil, ketika tidak gagal. Takutnya ketika fokus di 1 hal, hal2 esensial lainnya terlupakan. Jadi belum bisa terfokus.

Restya : Visi misi tidak dimulai dari hmif mulai ada, tp memperbaiki sistem yang telah ada *menggunakan library yang sudah ada

Sesi 6

19. Faisal Hitobeli(13506057) : Organisasi kedepan ada beberapa hal yang harus di concern, keprofesian, kekeluargaan,pm, regenerasi. pengurusan kalian bgmn presentasenya thd hal-hal tsb?

Ivan : Saya tidak tahu bagaimana mempresentasekan. Karena sulit membagi focus-fokusnya. Ingin kesemuanya.

Wisnu : pm diturunkan fokusnya, yang dicari adalah sensenya. Membagi ketiga tsb blm bisa diberikan angka pastinya.

Haekal : Saya merasa tidak bisa dikotak2an karena semuanya berkaitan.

Faisal : Pandangan saya berbeda, tidak bisa semua dikejar bersamaan.

Ivan : Sekarang tidak bisa dikuantifikasi karena standar nya berbeda, persenannya ngga bisa disamain.

20. Puja (13506058) : Kahim 1 thn kepengurusan, 8-9bln efektif. misi nya urut atau tidak? urutannya gmn? 100 hari kedepan mana yang dikejar?

Ivan : Bukan urutan tp ke 1 dan ke 2 difokuskan 100 hari ke depan.

Wisnu : Dibagi menjadi 3 bidang akan prioritas 1 dan 2. 100 hari ke depan akan banyak perencanaan terlebih dahulu, blm bergerak.

Puja : Ini urut atau tidak?

Wisnu : 1 dan ke 2 prioritas baru yang ke 3.

Puja : Masing2 tidak urut tapi ada yang dikejar. Ingat2 ada akademis dan urusan2 lain.

21. Inas (13506019) : keprofesian kita jauh dari kemiskinan, klo langsung ke kelas bawah. sisi keprofesian blm ada, hal itu membuat massa himpunan jadi malas, karena keprofesian tdk bs lgsg diaplikasikan. bagaimana hubungannya dengan orang miskin? integrasi dengan target layanan masyarakat. misal rs yang kurang it nya agar kerja optimal, lsm yg banyak membantu tp tidak concern ke it. imajinasi lebih maknyus. bgmn pendapat kalian?

Wisnu : Kontribusi ke masyarakat, ada brainstorming. inspirasi : bappeda, masalah di jabar ada sampah, lalu lintas tp tidak banyak menemukan solusi. mgkn banyak org2 lain di himpunan yang bisa lebih baik menganalisis. mengkaji bersama2 mungkin yang lain ada ide. Ide dari ka budi, konsolidasi dengan mahasiswa se indo/jabar mengajak/mengundang praktisi IT dan pemerintah dengan tema internet masuk desa. mahasiswa bisa mengajarkan penggunaan internet. dari seminar tersebut bisa ada konsep, buat buku putih sebagai karya. pengurusan kedepan ada wacana bersama.

Ivan : Presentasi visi misi sudah dijelaskan. kenapa tidak ingin keprofesian karena tidak mencakup banyak orang dan kurang kena ke hati.

Inas : Bagaimana menyentuh orang-orang yang memang cm mau bekerja jika sesuai dengan bidangnya.

Nanto : Masalah pm di if, ngga sedikit ko yang bertema keprofesian. ada frame yang belum berubah di acara keprofesian atau acara pm, padahal acara tersebut sudah pm. masalahnya pada pewacanaan dan partisipasi.

22. Nanto (13505025) : Kenapa kalian merasa perlu maju? kekhawatiran terbesar saat pencalonan dan saat terpilih? punya ide untuk periodisasi, sudah ideal atau tidak?

Ivan : Pemilu ajang yang awareness massa sangat besar, jika ada ide bagus akan banyak yang apresiasi dan jika jelek bisa dikritisi. ada yang menitipkan, dan tidak ingin mengecewakan. ingin memastikan yang terpilih yang terbaik, jika ada yang lain berarti mimpinya lebih bagus. takut terlupa mimpinya, saat terpilih tidak amanah dan takut mengecewakan orang2 yang ingin dia memimpin

Wisnu : Yang ingin dibawa penghargaan, dilihat dari calon lain tidak seoptimal jika dia yang bawa. tidak semua setuju konsep. ada 2 orang yang menitipkan mimpinya. kekhawatiran jika tidak menemukan orang2 yang tepat dari apa yang dibawa dengan mulai mewacanakan ke 07 dengan harapan mereka tau role mereka seperti apa. ketakutan jika memimpin sendiri tidak ada orang2 yang bisa.

Nanto : Sejauh apa akan tetap mewujudkan? bisakah tetap diwujudkan?

Ivan : Sejauh saya bisa, asalkan semua komit untuk melaksanakannya bisa.

Wisnu : Sejauh saya bisa, bisakah menjadi bagian, mencoba melamar jadi dpp, jika tidak bisa menjadi massa himpunan yang baik. sekedar memberi saran jika tidak dapat mengambil bagian. itu hal terbaik yg mungkin dapat dilakukan

Nanto : Pastikan divisi dan orang2 yang ditinggalkan jadi yang terbaik.

Iqbal(13504074) : Kenapa harus dia? jawabannya ada pada orang2 yang ada. Pemilu sbg momen berjualan visi dan misi. perubahan paradigma: momen ini adalah momen calon untuk bertanya bukan menjawab apa yang ingin di dapatkan massa di hmif. Jangan hmif jadi cara untuk memenuhi mimpi individual. banyak keluhan di proker ini, mungkin karena kurang bertanya apa yang mau dilakukan di hmif. Informasi yang diberikan masih blm cukup. apah jumlah orang di hearing sudah 1/2 dari pemilih. Apakah semua massa hmif mau membawa apa yang dibawa? beritahu ke sebanyak mungkin orang apa saja yang ingin kalian bawa. Yang penting adalah apa yang dibawa.

Visi misi yang kalian bawa masih ngmg in hmif. ngga penting hmif besar dan jaya. himpunan nothing… hmif tidak bisa memberi nilai lebih ke masyarakat. membuat paper ttg hmif itu apa, kepentingan siapa? kepentingan apa? tanya ke massa…..

kata-kata PENUTUP!!

NO 1!!

makasi lho.. siapapun yang terpilih, hmif adalah kita semua ayo kerjakan bersama jadiin mimpi kita semua

NO 2!!

kepedulian di hmif paling tinggi… terima kasih.. seharusnya anggota mengerti apa yang saya bawa dan dilakukan di himpunan

Sekian notulensi dari hearing 1 kemarin .

Jangan lupa datang pada hearing selanjutnya!!

Salah satu gambar dari hearing kita,,

Cakahim sedang menanggapi pertanyaan dari warga HMIF yang antusias..

Cakahim sedang menanggapi pertanyaan dari warga HMIF yang antusias..

“karena hidup itu pilihan”

Permalink Leave a Comment

Pembaharuan Nama-nama Calon Kahim dan Senator

March 5, 2009 at 6:10 am (Uncategorized)

Senarai nama-nama siapa saja yang sudah mengambil Formulir pendaftaran Calon Ketua Himpunan dan Calon Senator sampai dengan tanggal 4 Maret 2008, pukul 15.51 wib.

=============

 Yang sudah mengambil Formulir Calon Ketua Himpunan :

1. Ivan Nugraha (13506073)

2. Aqsath Rasyid (13506006)

3. Wisnu Adityo (13506029)

4. Puja Pramudya (13506058)

5. Catur Wirawan (13505020)

=============

Yang sudah mengambil Formulir Calon Senator :

1. Adi Purwanto (13506010)

=============

untuk warga HMIF yang lain ditunggu ya partisipasinya…

Untuk para calon Kahim dan Senator, semangat ya untuk mengikuti pemilunya…Caiyo!!!

Pemilu HMIF 2009

“karena hidup itu pilihan”

Permalink Leave a Comment

TimeLine Pemilu HMIF 2009

March 1, 2009 at 4:27 am (Uncategorized)

TIMELINE PEMILU HMIF 2009

  • 2 Maret 2009 : sosialisasi aturan
  • 3-9  Maret 2009 : pengambilan dan pengembalian formulir
  • 11 Maret 2009 : hearing 1 cakahim
  • 13 Maret 2009 : hearing 1 senator
  • 16 Maret 2009 : hearing 1 cakahim
  • 18 Maret 2009 : hearing 2 senator
  • 20 Maret 2009 : hearing 3 cakahim
  • 11-25 Maret 2009 : kampanye
  • 26 Maret 2009 : reses
  • 30 maret-1 april 2009 : pemilihan
  • 1 april 2009 : perhitungan suara
  • 5 april 2009 : pengumuman resmi

“karena hidup itu pilihan”

Permalink Comments Off

Susunan Panitia Pemilu HMIF 2009

March 1, 2009 at 4:05 am (Uncategorized)

Untuk mengetahui siapa sih yang ngurusin atau yang sibuk berkaitan dengan Pemilu HMIF 2009, ini dia orang-orangnya….

- Ketua :

Nadhira Ayuningtyas 13506048

- Sekretaris dan Bendahara :

Rizkiana Novitasari  13507122

Tami Utiwi Handayani 13506059

- Divisi Acara :

Ivan Pradhana Harka 13506078

R. Prana Adhikrisna 13506109

Risa Astari Dewi 13506064

- Divisi Publikasi :

M. Noor Adityana 13506052

Nur Fajriah Rachmah 13506091

Yuri Andri Gani  13506118

Gisca Tamara 13507003

Riffa Rufaida 13507007

Bramianha Adiwazsha 13507106

Aditya Irfansyah 13507004

Agora Akbar Prajitno 13507095

- Divisi Logistik :

Teuku Reza 13507035

Rizkydaya Aditya Putra 13506037

- Divisi KomDis :

M. Auriga H 13506056

Rahmat Izwan H 13505008

Monterico Adrian 13505036

Alsasian Atmopawiro 13505074

Joelian Samuel 13505092

Husein Azmy El Firdausi 13505100

M. Haekal Pulungan 13507020

nah sekarang udah tau kan orang-orangnya…kalau ada saran atau kritik mengenai pemilu HMIF tahun ini, teman-teman bisa menghubungi para panitia yang namanya ada diatas atau bisa lewat blog atau milis atau kotak saran yang ada di sekre 1…Kami tunggu ya….

“karena hidup itu pilihan”

Permalink 2 Comments

Sosialisasi Pemilu HMIF

February 28, 2009 at 3:52 pm (Uncategorized)

Postingan perdana nie..^^

ada pengumuman dari panitia pemilu HMIF 2009.

Senin, 2 Maret 2009 ada sosialisasi mengenai peraturan pemilu HMIF. Disini semua rangkaian kegiatan pemilu, mulai dari pendaftaran calon, hearing, kampanye, penghitungan suara, dll akan dijelaskan secara lengkap. Pada sosialisasi nanti juga akan terbuka bagi yang mau memberi kritik dan saran…

Jadi ditunggu ya kedatangannya di Sekre 2 pukul 17.00.

“karena hidup itu pilihan

Permalink 1 Comment

Next page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.